Kamis, 29 September 2016

Peran bangsa arab pada ilmu matematika




PERAN BANGSA ARAB PADA ILMU MATEMATIKA

Setiap apa yang telah kita lewati pasti memiliki sejarah tersendiri apalagi sejarah dunia yang ada dalam kehidupan kita, salah satunya sejarah dan ilmu pendidikan terutama dalam bidang matematika, sejarah dalam bidang matematika ini banyak meliputi banyak hal, dan pahlawan-pahlawan nya pun banyak pula yang terlupakan,terutama pahlawan-pahlawan matematika di arab, mereka kebanyakan berkiblat atau berpacu ke negri barat (Eropa dan Amerika) Kita hampir tidak pernah mendengar ahli matematika yang berasal dari negeri Timur (Arab Muslim, India, Cina) padahal matematika tidak akan terlepas dari masa lalu bangsa Arab. Dan yang paling popular pahlawan matematika di arab atau biasa di sebut dengan matematikawan Arab Muslim ialah yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan matematika dia adalah Al-Khawarizmi, dia dikenal sebagai bapak Aljabar, memperkenalkan bilangan nol (0), dan penerjemah karya-karya Yunani kuno. Tidak hanya itu negeri-negeri timur (khususnya umat Islam) terhadap perkembangan matematika, Kisah angka nol tadi, mempunyai banyak Konsep dan perkembangan sejak zaman  Babilonia dan Yunani kuno, yang mana pada saat itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu.
     Hingga pada abat ke 7 seorang matematikawan dari india memperkenalkan beberapa sifat yaitu apabila suatu bilangan di kalikan atau di jumlahkan maka hasilnya tetap nol (0), tetapi ia mengalami kesulitan pada pembagian oleh bilangan nol sampai 200 tahun kemudian.dan Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) dan akhirnya Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh dan Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.
         Karna perkembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan berpusat dan didominasi oleh umat Islam-Arab maka pada waktu khalifah Al-Ma’mun ia menyediakan Beasiswa bagi para penerjemah dan umumnya mereka bukan hanya ahli bahasa, tetapi juga merupakan ilmuwan yang ahli dalam matematika. Di antaranya yaitu Al-Hajjaj menerjemahkan naskah Elements (berisi kumpulan pengetahuan matematika) yang ditulis Euclid. Al-Kindi, Banu Musa bersaudara, dan Hunayn Ibnu Ishaq. Seperti yang banyak dikemukakan ahli sejarah matematika,dan masih Banyak ahli sejarah matematika yang tidak menampilkan tentang sumbangan besar Muslim terhadap perkembangan matematika, baik karena sengaja atau ketidaktahuannya.
         Kali ini kita akan meninjau lebih khusus pada matematika. Bagaimana bangsa arab mengelompokkan matematika yang sejatinya merupakan kompilas ilmu seperti Aljabar, Trigonometri, dalil sinus, Geometri.
Aljabar
       Walapun sebelumnya pernah ada diperadaban Yunani, peradaban hindu dan sumber lainnya seperti Babylonia. Namun cabang ilmu matematika untuk kategori satu ini lebih dikenal sebagai hasil dari pemikiran bangsa arab. Sebelumnya memang para ahli menyebutkan aljabar itu telah digunakan dan berasal dari Yunani. Namun bangsa arab mampu untuk mengubah semua itu menjadi sebuah ilmu dengan karakteristik yang unik. Di samping itu bangsa arab juga mampu menyusun aljabar ini lebih sistematik. Semua itu tidak lepas dari hasil pemikiran seorang matematikawan arab bernama Abu Kamil Shuja bin Aslam, yang terkenal sebagai “ahli hitung dari mesir” seorang ahli dalam bidang aljabar. Dia menulis sebuah buku dengan judul “kitab fi aljabar walmuqubalah” yang merupakan komentar atas karya Al-khawarismi.
Trigonometri
        Trigonometri ini memang tak berbeda jauh seperti kisah aljabar, Dengan kepiawaian bangsa arab, bangsa arab mampu menyelesaikan dengan cara hindu Bisa dibilang masalah yunani diselesaikan oleh orang arab dengan cara india. trigonometri ini terkenal berkat adanya peran beberapa matematikawan  arab seperti Ibn Yunus ( wafat tahun 1008 M) beserta Al Hazen. Keduanya memperkenalkan salah satu rumus fungsi trigonometri dan Al-Battani adalah seorang ahli trigonometri. Dia banyak memberikan kontribusi mengenai beberapa teorema trigonometri.
 Dalil sinus
Kontribusi lain dari bangsa arab ini adalah tentang dalil sinus. Dalil sinus yang hingga saat ini yang sering kita gunakan merupakan sebuah penemuan besar dari bangsa arab yang bernama Abu Nasr. Abu Nasr ini merupakan murid dari Abul Wefa dan guru dari Al Biruni.
Geometri
          Meskipun geometri tidak bernama ala arab seperti aljabar dan trigonometri namun peran bangsa arab sangat kental dalam perkembangan ilmu ini. Peran bangsa arab yaitu lebih membentuk geometri terstruktur dan mengeneralisasikan rumusan rumusan yang terpisah pisah oleh bangsa Yunani.
Perkembangan matematika Arab ini sangat mengagumkan sekali terhadap perkembangan sejarah matematika pada abad pertama perkembangan agama islam, bangsa Arab masih jauh tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dibandingkan dengan negeri-negeri sekelilingnya, seperti  India, Yunani dan Romawi.Tetapi mulai pada tahun 750 bangsa arab mulai mengejar ketertinggalanya itu dan mulai mempelajari astronomi, konsep-konsep filsafat, ilmu kedokteran, matematika dan ilmu pengetahuan lainnya dari Yunani, India, Mesir, Babylonia, dan lain-lain.
        Pada masa pemerintahan khlifah Al Mansyur (754-779) memerintahkan karya hindu di terjemahkan kedalam bahasa arab pada tahun 780 karya ahli matematika Yunani Ptelemy tentang astrologi yang berjudul “Tetrabiblos” diterjemahkan pula kedalam bahasa Arab. Pada masa khalifah Harun Arrasyid (786-808) menterjemahkan karya-karya Yunani kuno, diantaranya termasuk karya Euclid, Element. Dab pada masa khalifah Al-makmun (809-833) dilanjutkan lagi penterjemahan selanjutnya buku elements Euclid, serta diterjemahkan pula karya Ptolemy “Almagest”, sebagai imbalan perdamaian dengan Kaisar Romawi Timur.
     Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan tentang sejarah matematika arab bagi para pembaca.