PERAN BANGSA ARAB PADA ILMU MATEMATIKA
Setiap apa yang telah kita lewati
pasti memiliki sejarah tersendiri apalagi sejarah dunia yang ada dalam
kehidupan kita, salah satunya sejarah dan ilmu pendidikan terutama dalam bidang
matematika, sejarah dalam bidang matematika ini banyak meliputi banyak hal, dan pahlawan-pahlawan
nya pun banyak pula yang terlupakan,terutama pahlawan-pahlawan matematika di
arab, mereka kebanyakan berkiblat atau berpacu ke negri barat (Eropa dan
Amerika) Kita hampir tidak pernah mendengar ahli matematika yang berasal dari
negeri Timur (Arab Muslim, India, Cina) padahal matematika tidak akan terlepas dari masa lalu bangsa Arab. Dan yang
paling popular pahlawan matematika di arab atau biasa di sebut dengan
matematikawan Arab Muslim ialah yang mempunyai kontribusi terhadap perkembangan
matematika dia adalah Al-Khawarizmi,
dia dikenal sebagai bapak Aljabar, memperkenalkan bilangan nol (0), dan
penerjemah karya-karya Yunani kuno. Tidak hanya itu negeri-negeri timur
(khususnya umat Islam) terhadap perkembangan matematika, Kisah angka nol tadi,
mempunyai banyak Konsep dan perkembangan sejak zaman Babilonia dan Yunani kuno, yang mana pada saat
itu diartikan sebagai ketiadaan dari sesuatu. Konsep bilangan nol dan
sifat-sifatnya terus berkembang dari waktu ke waktu.
Hingga pada
abat ke 7 seorang matematikawan dari india memperkenalkan beberapa sifat yaitu
apabila suatu bilangan di kalikan atau di jumlahkan maka hasilnya tetap nol
(0), tetapi ia mengalami kesulitan pada pembagian oleh bilangan nol sampai 200
tahun kemudian.dan Ide-ide brilian dari matematikawan India selanjutnya
dipelajari oleh matematikawan Muslim dan Arab. Hal ini terjadi pada
tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan
Hindu (India) dan akhirnya Al-Khawarizmi adalah yang pertama kali
memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh
dan Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.
Karna perkembangan
kebudayaan dan ilmu pengetahuan berpusat dan didominasi oleh umat Islam-Arab
maka pada waktu khalifah Al-Ma’mun ia menyediakan Beasiswa bagi para penerjemah
dan umumnya mereka bukan hanya ahli bahasa, tetapi juga merupakan ilmuwan yang
ahli dalam matematika. Di antaranya yaitu Al-Hajjaj menerjemahkan naskah Elements (berisi kumpulan pengetahuan matematika) yang
ditulis Euclid. Al-Kindi, Banu Musa bersaudara, dan Hunayn Ibnu Ishaq. Seperti
yang banyak dikemukakan ahli sejarah matematika,dan masih Banyak ahli sejarah
matematika yang tidak menampilkan tentang sumbangan besar Muslim terhadap
perkembangan matematika, baik karena sengaja atau ketidaktahuannya.
Kali ini kita akan meninjau lebih
khusus pada matematika. Bagaimana bangsa arab mengelompokkan matematika yang
sejatinya merupakan kompilas ilmu seperti Aljabar, Trigonometri, dalil sinus,
Geometri.
Aljabar
Walapun
sebelumnya pernah ada diperadaban Yunani, peradaban hindu dan sumber lainnya
seperti Babylonia. Namun cabang
ilmu matematika untuk kategori satu ini lebih dikenal sebagai hasil dari
pemikiran bangsa arab.
Sebelumnya memang
para ahli menyebutkan aljabar itu telah digunakan dan berasal dari Yunani. Namun bangsa arab mampu untuk
mengubah semua itu menjadi sebuah ilmu dengan karakteristik yang unik. Di
samping itu bangsa arab juga mampu menyusun aljabar ini lebih sistematik. Semua
itu tidak lepas dari hasil pemikiran seorang matematikawan arab bernama Abu
Kamil Shuja bin Aslam, yang terkenal sebagai “ahli hitung dari mesir” seorang ahli dalam bidang aljabar. Dia
menulis sebuah buku dengan judul “kitab fi aljabar walmuqubalah” yang
merupakan komentar atas karya Al-khawarismi.
Trigonometri
Trigonometri ini memang tak berbeda
jauh seperti kisah aljabar, Dengan kepiawaian bangsa arab, bangsa arab mampu
menyelesaikan dengan cara hindu Bisa dibilang masalah yunani diselesaikan oleh
orang arab dengan cara india. trigonometri ini terkenal berkat adanya peran
beberapa matematikawan arab seperti Ibn
Yunus ( wafat tahun 1008 M) beserta Al Hazen. Keduanya memperkenalkan salah
satu rumus fungsi trigonometri dan Al-Battani adalah seorang ahli trigonometri. Dia banyak
memberikan kontribusi mengenai beberapa teorema trigonometri.
Dalil sinus
Kontribusi lain dari bangsa arab ini
adalah tentang dalil sinus. Dalil sinus yang hingga saat ini yang sering kita
gunakan merupakan sebuah penemuan besar dari bangsa arab yang bernama Abu Nasr.
Abu Nasr ini merupakan murid dari Abul Wefa dan guru dari Al Biruni.
Geometri
Meskipun
geometri tidak bernama ala arab seperti aljabar dan trigonometri namun peran
bangsa arab sangat kental dalam perkembangan ilmu ini. Peran bangsa arab yaitu
lebih membentuk geometri terstruktur dan mengeneralisasikan rumusan rumusan
yang terpisah pisah oleh bangsa Yunani.
Perkembangan matematika
Arab ini sangat
mengagumkan sekali terhadap perkembangan sejarah matematika pada abad pertama perkembangan agama islam,
bangsa Arab masih jauh tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dibandingkan
dengan negeri-negeri sekelilingnya, seperti India, Yunani dan Romawi.Tetapi mulai pada tahun
750 bangsa arab mulai mengejar ketertinggalanya itu dan mulai mempelajari astronomi, konsep-konsep filsafat, ilmu
kedokteran, matematika dan ilmu pengetahuan lainnya dari Yunani, India,
Mesir, Babylonia, dan lain-lain.
Pada masa
pemerintahan khlifah Al Mansyur (754-779) memerintahkan karya hindu di
terjemahkan kedalam bahasa arab pada tahun 780 karya ahli matematika Yunani
Ptelemy tentang astrologi yang berjudul “Tetrabiblos” diterjemahkan pula
kedalam bahasa Arab. Pada masa khalifah Harun Arrasyid (786-808) menterjemahkan
karya-karya Yunani kuno, diantaranya termasuk karya Euclid, Element. Dab
pada masa khalifah Al-makmun (809-833) dilanjutkan lagi penterjemahan
selanjutnya buku elements Euclid, serta diterjemahkan pula karya Ptolemy
“Almagest”, sebagai imbalan perdamaian dengan Kaisar Romawi Timur.
Semoga
artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan tentang sejarah matematika arab bagi
para pembaca.